Rata-rata para santri yang positif Covid-19 itu mengeluhkan demam sesak nafas dan hilang fungsi indera penciuman. Seusai mendapat laporan dari media sosial terkait klaster pondok pesantren, Wakil Bupati Tasikmalaya Deni Ramdani Sagara sagara melakukan peninjauan langsung ke pondok pesantren yang lokasinya di pelosok tersebut.
Dengan menggunakan pengeras suara dari mobil patwal polisi, Wabup Deni Ramdani Sagara memberikan motivasi kepada para santri yang terpapar Covid-19.
Saat melakukan peninjuan kondisi para santri, Wabup Tasikmalaya menerima keluhan mengenai kurangnya asupan makanan. Mereka hanya bisa makan dua kali dalam sehari.
"Mendengar keluhan itu, saya berjanji membantu memasok bantuan makanan dan vitamin selama para santri menjalani masa isolasi," kata Deni Ramdani Sagara.
Menurut Wabup Tasikmalaya, guna mengantisipasi munculnya klaster pondok pesantren, seluruh pengelola di ponpes, memiliki layanan kesehatan dan fasilitas medis dan ruang isolasi memadai.
"Sehingga, jika ada gejala Covid-19 yang dirasakan oleh para santri atau tenaga pengajar di lingkungan pondok pesantren, bisa langsung diatasi," ujarnya.