“Salah satu yang dikembangkan KPM, bagaimana agar pembelajaran kontekstual. Memberdayakan sumber daya yang ada dan lebih bermanfaat untuk sekitar," ujar Ade Fajar.
"Yang menjadi kelebihan adalah (SMP Prawira) punya lahan luas dan banyak yang kosong. Kami juga ada guru yang paham kalau tanah di Lembang subur dan bisa ditanami apa saja,” tutur dia.
Dalam pembelajaran berkebun, kata Ade Fajar, murid tidak hanya bertugas menanam dan menyiram tanaman. Murid diajak untuk belajar mengamati lebih dalam, seperti mencari permasalahan yang ada di kebun hingga mencari solusinya.
Tidak hanya berkebun, setiap guru SMP Prawira melakukan inovasi dalam pembelajaran. Inovasi tersebut didasari dengan karakteristik murid.
“Sekolah yang bagus tidak hanya dilihat dari bagus tidaknya gedung atau banyaknya fasilitas, tapi bagaimana sekolah bisa memfasilitasi pengembangan potensi murid menjadi kompetensi,” ucap Ade Fajar.
Diketahui, KPM adalah bagian dari Yayasan Guru Belajar. Lembaga philanthropic intermediary yang memberdayakan guru menjadi penggerak perubahan melalui kolaborasi beragam organisasi penggerak.
Seperti, keguruan, kepemimpinan, jaringan sekolah/madrasah. Yayasan Guru Belajar bergerak melalui Kampus Guru Cikal, Kampus Pemimpin Merdeka, dan Cerita Guru Belajar.