Kisah SMP di Lembang KBB Ditinggalkan Murid, Kini Maju dengan Pembelajaran Kontekstual
Guru mendapatkan status full time sehingga bisa fokus mengajar murid di SMP tersebut. Komunikasi sekolah dengan yayasan juga mulai dibangun dengan baik.
Untuk permasalahan eksternal, SMP Prawira didampingi oleh yayasan dan KPM mengadakan sesi-sesi parenting. Sesi tersebut mendorong kesadaran orang tua murid mengenai pentingnya belajar dan sekolah.
“Pembelajaran juga berubah. Banyak mentoring dari KPM yang diterima guru-guru SMP Prawira. Guru saat ini tidak lagi fokus ke pembelajaran yang mengejar ketuntasan materi tapi peningkatan kompetensi,” kata Ade Fajar.
Pascadidampingi KPM, guru SMP Prawira mulai berdaya dengan ide-idenya untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Misalnya ide pembelajaran dengan berkebun.
Ide ini tercetus karena banyak orang tua murid berprofesi sebagai petani perkebunan dan ada lahan luas milik sekolah yang bisa dimanfaatkan.