Ranney saat itu melihat rambut tubuh Neddy telah dicukur. "Neddy menolak menjawab pertanyaan saya, tetapi berkata: 'Ini tubuh saya dan pilihan saya'. Sebagai wanita heteroseksual, saya selalu menganggap bulu dadanya seksi dan menarik. Saya putus asa," ujar Ranney.
Keesokan harinya, Karen menemukan koleksi buku harian suaminya yang disembunyikan di koper. "Itu seperti membuka kotak pandora. Neddy menulis detail tentang berpakaian perempuan. Saya kaget dan sempat berpikir sebentar bahwa saya akan melompat keluar jendela," kata Ranney.
Karena menuntut jawaban malam itu dari suaminya Neddy. Tetapi tak juga dijawab. Akhirnya Karen Ranney melarikan diri dengan anak-anak mereka ke rumah orang tua di Wisconsin.
Namun Karena dan anak-anak kembali ke apartemen mereka di Kensington, Brooklyn, tiga bulan kemudian. "Dia (Neddy) berkata: 'Ini adalah krisis paruh baya, dan saya tidak lagi melakukannya (hubungan intim dengan wanita)'," kata Ranney menirukan ucapan mantan pasangannya saat itu.
"Saya kembali karena saya merasa memiliki kewajiban untuk menjadikan anak-anak saya sebagai bagian dari keluarga yang utuh," kata Ranney.