Kisah Prabu Surawisesa, Putra Prabu Siliwangi yang Gagal Pertahankan Kejayaan Pajajaran

Avirista Midaada
Ilustrasi kerajaan Pajajaran. (Foto: ist)

Di balik pujian kepada Prabu Siliwangi, tersimpan rasa kecewa mendalam dari Prabu Surawisesa. Dia merasa bersalah karena tidak mampu menjaga amanat besar yang diwariskan kepadanya.

Saat ayahnya wafat, Pajajaran masih kuat dan damai. Namun di masa pemerintahannya, kerajaan tercerai-berai akibat perang. Harapan untuk mempertahankan wilayah makin pupus setelah Portugis, sekutu yang dirintis hubungan oleh Sri Baduga tidak lagi hadir.

Dari sudut pandang sastra, Prasasti Batutulis adalah permohonan maaf seorang anak kepada ayahnya. Dia sadar bahwa kejayaan Pajajaran tidak dapat dia jaga sebagaimana semestinya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Asal Usul Pramodhawardhani Penguasa Perempuan Pertama Kerajaan Mataram Kuno

57 tahun lalu

Hubungan Mesra Kerajaan Sunda dan Majapahit sebelum Meletusnya Perang Bubat

57 tahun lalu

Misteri Prabu Siliwangi, Raja Legendaris Kerajaan Sunda

57 tahun lalu

Asal Usul Kalender Jawa di Era Sultan Agung, Warisan Abadi Kerajaan Mataram

57 tahun lalu

Menguak Misteri Pararaton: Naskah Kuno Penyingkap Sejarah Kerajaan Majapahit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal