“Bukan ikut ngerongsok tapi ikut mencari barang bekas. Barang bekas itu bukan rongsok karena hari ini yang paling laku barang bekas mudah didapat adalah botol air mineral dan harganya relatif baik karena pabrik pengolahannya sangat membutuhkan bahkan itu sampai impor,” kata Kang Dedi.
Asep, sang ayah mengatakan, anaknya pernah bersekolah di sekolah umum. Namun dari keterangan guru dan psikolog, Tia disarankan pindah ke SLB karena dianggap memiliki daya tangkap kurang.
“Tapi menurut saya Tia punya daya tangkap yang baik, bisa bantu orang tua, sangat sayang sama ayah, punya tanggung jawab. Orang-orang yang ngaku pintar terkadang tidak punya tanggung jawab,” ujar Kang Dedi.
Kang Dedi pun memuji Tia karena selain bersih, tinggi dan cantik, juga merupakan anak baik dan bertanggung jawab.
Namun karena kurang perhatian sosok ibu, Tia kurang peka terhadap kebersihan lingkungan terutama di dalam rumahnya.