Namun hasilnya nihil sehingga kini badan Fitri mengalami kelumpuhan. "Kalau normal, semestinya Fitri sudah duduk dibangku SMP dan bersekolah layaknya anak-anak seusianya," ujar Titin.
Menurut Titin, gangguan fisik yang dialami Fitri berdampak kepada kelumpuhan tangan dan kakinya dan juga memperngaruhi organ tubuh lainnya. Untuk makan Fitri harus disuapi, termasuk untuk menonton televisi atau melihat keadaan sekitar rumah pun harus digendong.
"Saya semampunya berusaha untuk memperhatikan Fitri, tapi keinginannya untuk memiliki kursi roda belum kesampaian. Padahal dia selalu merengek minta itu," kata Titin yang juga memiliki dua anak yang masih SD.