Kilas Balik Perjalanan 100 Tahun Observatorium Bosscha di Lembang KBB

Agus Warsudi
Observatorium Bosscha (kubah putih) di Lembang, KBB, saat baru berdiri pada 1923 silam. (FOTO: ISTIMEWA/ITB.ac.id)

Pada pertemuan dengan para pendiri asosiasi, Karel Bosscha menyampaikan akan mendanai pengadaan teleskop yang panjang fokusnya sekitar tujuh meter.

Selain itu, Rudolf Kerkhoven juga akan mendonasikan pendulum richter astronomi, refraktor Zeiss, dan mendanai pengadaan teleskop meridian-jarak yang besar.

Pada 3 Desember 1920, anggota NISV sepakat mengabadikan nama fisikawan Belanda, Johannes Bosscha, ayah dari Karel Bosscha, sebagai nama observatorium itu. Setelah ombservatorium berdiri diberi nama Observatorium Bosscha. 

Lembang yang berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan terletak 40 km di utara Bandung, tepat di selatan Gunung Tangkuban Parahu dipilih sebagai lokasi untuk pembangunan observatorium.

Proses konstruksi gedung pertama observatorium berjalan lancar sehingga pada 1 Januari 1923 dengan dihadiri oleh Gubernur Jenderal Fock, observatorium ini resmi dibuka.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Observatorium Bosscha Berusia 100 Tahun, Gubernur: Jaga Cagar Budaya Sains Ini

57 tahun lalu

Geber Knalpot Bising, Ratusan Bikers Ditilang Polisi di Lembang KBB

57 tahun lalu

Tepergok Curi Tabung Gas, Pria Paruh Baya Nyaris Dihajar Massa di Padalarang KBB

57 tahun lalu

Ngeri, Batu Besar Berjatuhan dari Bukit Rusak 1 Mobil di Cipongkor KBB

57 tahun lalu

Keluarga Halimah Tunggu Kabar Kapan Jasad Almarhumah Kembali Dimakamkan di Cililin KBB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal