Kilas Balik Perjalanan 100 Tahun Observatorium Bosscha di Lembang KBB

Agus Warsudi
Observatorium Bosscha (kubah putih) di Lembang, KBB, saat baru berdiri pada 1923 silam. (FOTO: ISTIMEWA/ITB.ac.id)

Dalam presentasi berjudul “The Early History of The Observatorium Bosscha 1921-2939”, Dr Karel memaparkan sejarah awal berdirinya Observatorium Bosscha.

Dr Karel mengatakan, Observatorium Bosscha memiliki karakteristik unik karena letaknya dekat dengan ekuator sehingga dapat mengamati kedua belahan bumi bagian utara dan selatan.

Berdasarkan sejarah, kata Dr Karel, terdapat fakta, observatorium pertama di Pulau Jawa dibangun sekitar 1760 oleh Pendeta Johan Mohr dari sebuah gereja Portugis di Glodok, Batavia. 

"Dalam observatoriumnya itu, Johan Mohr berhasil mengamati transit Venus pada 1761 dan 1769 ketika Batavia berada sejalur dengan kedua fenomena tersebut," kata Dr Karel Hucht dikutip dari ITB.ac.id, Selasa (31/1/2023). 

Namun sangat disayangkan, tidak ada yang melanjutkan dan mewarisi semua pekerjaan yang dilakukan oleh Johan Mohr sehingga observatorium tersebut menghilang dan perkembangan ilmu astronomi pun terhenti cukup lama hingga Observatorium Bosscha berdiri di Lembang, KBB, Jawa Barat pada 1 Januari 1923.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Observatorium Bosscha Berusia 100 Tahun, Gubernur: Jaga Cagar Budaya Sains Ini

57 tahun lalu

Geber Knalpot Bising, Ratusan Bikers Ditilang Polisi di Lembang KBB

57 tahun lalu

Tepergok Curi Tabung Gas, Pria Paruh Baya Nyaris Dihajar Massa di Padalarang KBB

57 tahun lalu

Ngeri, Batu Besar Berjatuhan dari Bukit Rusak 1 Mobil di Cipongkor KBB

57 tahun lalu

Keluarga Halimah Tunggu Kabar Kapan Jasad Almarhumah Kembali Dimakamkan di Cililin KBB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal