"Sistem ini bisa mendeteksi adanya perkelahian, keributan, percobaan melarikan diri, pelanggaran batas yang telah ditentukan (intrusion), termasuk bisa mengenali pola wajah (face recognition)," tutur Kapendam Siliwangi.
Sementara itu, Pangdam III Sililiwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan, tujuan lain dari kegiatan tersebut adalah sebagai sarana menjalin kebersamaan dengan para perwira sekaligus menjadi peringatan agar prajurit tidak melakukan pelanggaran, baik hukum maupun disiplin TNI.
"Kegiatan ini menjadi bagian pembelajaran bagi Perwira, harus menjadi contoh kepada bawahan jangan hanya bicara tanpa melakukan aksi nyata," kata Pangdam III Siliwangi.