Menurut salah satu perwakilan massa, Agus Ridwan, kedatangannya merupakan bentuk kepedulian lantaran akses masuk ke sekolah ditutup. Selain itu, mereka mengaku datang ke sekolah sebagai kontrol sosial di masyarakat.
"Membenteng jalan harus dengan regulasi yang jelas, seperti harus mengantongi izin mendirikan bangunan atau IMB." ujar Agus.
Sementara itu, Kapolsek Cihideung AKBP Zenal Muttaqin mengatakan sebetulnya permasalahan penutupan gerbang tersebut sedang diurus dan dirapatkan di balaikota pada Senin siang bersama semua pihak.
"Pembahasan belum usai, tiba-tiba pulunan massa datang ke sekolah. Antara Pemkot Tasikmalaya dan pemilik lahan sudah menemui titik terang dengan solusi. Pemilik lahan memberikan hibah seluas setengah meter dan panjang 70 meter untuk gerbang sekolah," ujar dia.
Pemerintah menilai, luas tanah tersebut terlalu kecil, akhirnya akan membeli lahan lain yang berada di sampingnya dengan lebar satu meter, agar jalan menuju sekolah bisa dilalui leluasa.