Dalam kesempatan yang sama, Bupati Rudy Gunawan mengatakan, ekspor produk Garut ke luar negeri merupakan sebuah peluang yang sangat terbuka lebar. Namun, dia mengingatkan bahwa pasar ekspor ini memiliki banyak pesaing yang luar biasa, dari mulai sisi kualitas, harga, dan sisi kontinuitas, sehingga dia berharap dinas terkait bisa memberikan sesuatu pandangan mengenai ekspor ini.
"Tentu saya memberikan penghargaan kepada dinas teknis yang telah memberikan usaha-usaha untuk pemasaran baru di luar negeri, tinggal dianalisis apakah mempunyai keuntungan besar, apakah bisa bertahan atau tidak, tetapi bagaimanapun ini adalah usaha yang luar biasa patut kita apresiasi dan kita kembangkan terus untuk usaha-usaha lain," kata Rudi dikutip dari Jabarprov.
Dia juga berharap, peluncuran ekspor perdana sale pisang ke Malaysia ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Garut.
Direktur PT Lestari International Group selaku pihak eksportir, Kurniawan Seviyana, mengatakan untuk ekspor perdana ini akan mengirimkan 2.600 bal sale pisang dengan nilai order sebesar Rp416 juta per minggu dan ketika ditotalkan nilai orderannya dapat mencapai angka Rp1,7 miliar.
"Alhamdulilah sekarang kita bisa ekspor langsung, khususnya sale dari Garut full satu kontainer, di mana sebelumnya kita itu cuma beberapa produk aja yang di Garut yang kita ambil, biasanya kita ekspor di Ciamis. Tapi mulai Insya Allah nanti hari Rabu kita dimulai ekspor perdana dari Garut, ini kita rencana kontinyu," tuturnya.