"Mereka ini musuh bersama, musuh negara, jadi harus dihadapi bersama-sama. Makanya sifatnya pentahelix atau multi pihak. Kami libatkan juga kementerian lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat," tutur Kepala BNPT.
Pihak-pihak eksternal tersebut, kata Komjen Pol Boy Rafli Amar, diharapkan dapat bersinergi dengan BNPT untuk mensukseskan program KTN. "Wilayah Garut di Jawa Barat dipilih menjadi salah satu lokasi pembangunan KTN, mengingat Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu dari lima wilayah provinsi yang masuk lokus sinergisitas penanggulangan terorisme," ucapnya.
Program pengembangan KTN merupakan salah satu bentuk pendekatan lunak yang mengedepankan aspek kesejahteraan dengan memberikan fasilitas kepada mitra deradikalisasi, penyintas, dan masyarakat untuk mengembangkan produktivitas ekonomi.
Kawasan KTN ini juga dijadikan sebagai sarana reintegrasi sosial bagi mitra deradikalisasi agar memiliki kemandirian ekonomi. "Nanti lahan yang berada di Desa Haruman Sari akan dimanfaatakan sebagai area budidaya lebah madu, jagung, gula aren, alpukat dan juga sebagai objek pariwisata," ujar Kepala BNPT.
Pengembangan KTN di Garut Jawa Barat ini dilakukan setelah kegiatan serupa sukses digelar BNPT di Turen, Jawa Timur dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.