Kelola PI dan Non-PI 10 Persen Blok ONWJ, Migas Hulu Jabar Raup Rp262 Miliar

Agung Bakti Sarasa
Migas Hulu Jabar membukukan pendapatan Rp262 miliar dalam pengelolaan PI dan non-PI 10 persen Blok ONWJ. (Foto: PT MUJ)

BANDUNG, iNews.id - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Hulu Jabar (MUJ) sukses meraup pendapatan sebesar Rp262 miliar dari pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen Blok Offshore North West Java (ONWJ) selama 2020. Total pendapatan yang diraih MUJ tersebut, berasal dari pengelolaan PI 10 persen Blok ONWJ dan non-PI 10 persen Blok ONWJ.

Direktur MUJ, Begin Troys mengatakan, MUJ menjadi pioner dalam pengelolaan PI 10 persen Blok ONWJ berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 Tahun 2016.

Pengembangan usaha dilakukan setelah MUJ mendapatkan suntikan modal sebesar Rp35 miliar dari pemilik saham, yakni Pemprov Jabar. "Dalam angka, MUJ secara inhouse meraih pendapatan Rp262 miliar sepanjang 2020. Terdiri dari pendapatan PI Rp201 miliar dan non-PI Rp61 miliar," kata Begin dalam keterangan resmi, Jumat (5/3/2021).

Pengembangan usaha dalam bisnis PI 10 persen Blok ONWJ, ujar Begin, dikelola oleh anak perusahaannya, yakni PT MUJ ONWJ, sedangkan pengembangan bisnis lain non-PI dilakukan PT Energi Negeri Mandiri (ENM).

PT MUJ mengelola secara profesional pendapatan yang diperoleh dari PI 10% Blok ONW untuk mendukung kegiatan jasa penunjang migas dan energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE).

Dalam pengembangan bisnisnya, MUJ sudah memberikan layanan ketenagalistrikan diesel rotary uninterruptible power supply (DRUPS) 10 MVA untuk mendukung operasional industri sektor hulu migas milik Pertamina EP Asset 5, di Tanjung, Kalimantan Selatan.
 
Selanjutnya, pengadaan 4 unit mobile rig 550 HP bersama PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (Petrodril) yang memiliki workshop di Dawuan, Purwakarta untuk kebutuhan hulu migas.
 
MUJ juga mengukuhkan usaha di bidang EBTKE melalui sinergitas bersama BUMD PT Tirta Gemah Ripah atau Tirta Jabar dengan melakukan kerja sama pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Cirompang di Kabupaten Garut unruk meningkatkan kapasitas produksi listrik di wilayah Garut Selatan.

"Setelah kami menjalankan beberapa usaha pada 2020 di tengah tantangan pandemi, kini kami ingin kembali ‘lari’ dan menatap optimistis beberapa pengembangan usaha di luar PI pada tahun 2021," ujarnya.

Menurut Begin, keberhasilan pihaknya dalam mengelola PI 10% Blok ONWJ bukan datang tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang bersama pemegang saham, yakni Pemprov Jabar selama 2,5 tahun. Setelah melalui proses panjang tesebut, MUJ baru mendapatkan pendapatan PI persen Blok ONWJ mulai 2017 lalu.

"Kami mengelola dengan 56 karyawan. Dari pengelolaan PI 10% Blok ONWH, bisnis kami bisa mendorong kenaikan pendapatan pada 2020 sebesar 2 persen, targetnya ini akan terus naik," ucap Begin.

Dengan keberhasilan yang diperoleh MUJ, kata Begin, pihaknya terbuka dan selalu siap memberi masukan dan berbagi pengalaman pada daerah lain yang tengah mendorong proses realisasi PI 10 persen, seperti yang dilakukan Pemprov Riau di Blok Siak, Riau. "Bagi MUJ merupakan kehormatan bisa sharing berbagi pengalaman pada daerah lain," tuturnya.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ridwan Kamil Jabat Ketum ADPMET, Janji Hadirkan Keadilan

57 tahun lalu

Ridwan Kamil Pimpin ADPM, Siap Optimalkan Peran BUMD Provinsi Penghasil Migas

57 tahun lalu

Pemprov Jabar Matangkan Konvoi Persib Juara, Wagub: Jangan Ada Kerusuhan Lagi!

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Santunan Rp50 Juta Disiapkan

57 tahun lalu

Buntut Viral Bayi Tertukar, RSHS Bandung Didesak Investigasi Kelalaian Perawat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal