"Karena kendala ini, pihak rumah sakit diminta melakukan pengiriman mandiri atau mengambil langsung, kita terlibat di sana. Kita membantu mengambil oksigen untuk dikirim ke rumah sakit," ujar Hanif.
"Apakah nanti kendala pengiriman oksigen ada di produsen, distributor, atau agen, kami menyesuaikan kondisi di lapangan saja," lanjutnya.
Pihaknya sendiri sudah memiliki pengalaman lewat anak usaha PT Jabar Laju Transindo yang bekerja sama dengan PT Jasa Medivest untuk mendistribusikan limbah medis di 500 titik fasilitas layanan kesehatan di Jabar.
Menurutnya, skill dan sumber daya manusia (SDM) PT Jabar Laju Transindo nantinya akan diadopsi oleh anak perusahaan lain, yakni Usaha Bersama Jabar (UBJ) yang terlibat dalam penugasan pasokan oksigen ini.
"Diharapkan skill UBJ nanti bisa mengatur pengiriman oksigen ke rumah sakit," ujar hanif
Untuk membantu proses kelancaran suplai oksigen ini, pihaknya mengerahkan 10 armada truk yang bersiaga untuk mendistribusikan oksigen ke rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19.
"Kami siapkan SDM dan armada, posisi Jasa Sarana disini sebagai back up system. Pengambilan oksigen bisa fokus di Jawa Barat atau jika darurat mengambil ke luar Jawa Barat kami siap," katanya.