Kasus Stunting di KBB 27,30 Persen, Lebih Tinggi dari Prevalensi Nasional dan WHO

Adi Haryanto
Plh Sekda Pemda KBB, Asep Wahyu. (Foto: Dok)

"Jadi dengan adanya revisi Perbup Nomor 53 tahun 2019 diharapkan angka stunting di KBB bisa menurun, karena memiliki legal formal yang menyesuaikan dengan peraturan pemerintah pusat," ujarnya.

Oleh karena itu pada penganggaran tahun 2024 target penurunan angka stunting dapat lebih cepat dengan target mendekati angka nasional. Caranya penanganan stunting harus dilakukan secara terstruktur yang dimulai dari hulu hingga hilir yang bersifat preventif hingga kuratif.

"Kasus stunting di KBB pada tahun 2022 berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) sebesar 27,30 persen atau turun 2,3 persen dari tahun 2021. Itu jadi bentuk nyata dan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan stunting dari hulu hingga hilir," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MNC Peduli Bantu Pemerintah Tekan Angka Stunting

57 tahun lalu

Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Wamendagri Ingatkan Pemda soal Anggaran Tak Efisien

57 tahun lalu

Kisah Pilu Bocah di Lebak Stunting Berat karena Keterbatasan Ekonomi, Kondisinya Mengenaskan

57 tahun lalu

Mandiri Sahabat Desa Fokus pada 200 Keluarga Risiko Stunting di Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal