"Ketika ditanya siapa yang melakukannya (penganiayaan), korban hanya bilang berinisial AZ. Namun itu tidak berlanjut karena suara korban sudah tidak ada," kata HY, Sabtu (20/5/2023).
"Sedangkan di sekolahnya ada empat orang yang namanya disebutkan tadi (AZ). Di kelas 5 ada 2 orang, di kelas 4 ada1 orang dan di kelas 2 ada 1 orang," ujar HY.
HY menuturkan, keluarga tidak menyangka MHD merupakan korban kekerasan. Keluarga menyangka darah yang keluar dari mulut korban, sesak di bagian dada, sakit di bagian punggung, dan suara tidak jelas, adalah akibat dari luka dalam yang diderita korban.
Karena itu HY membawanya ke RS Primaya. Awalnya dibawa ke RS Primaya lalu dipindahkan ke RS Hermina selama 4 hari dan nyawanya tidak tertolong dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (20/5/2023) di rumah sakit.
"Harapan dari kami sebagai keluarga, minta dituntaskan siapa pelaku yang sebenarnya, dan minta pertanggungjawaban dari keluarganya (pelaku) dan tanggungjawab sekolah," tutur HY.