Keracunan yang menimpa puluhan orang karyawan baru diketahui pada Sabtu siang. Hal ini setelah ada laporan dari pejabat direksi sehingga pihaknya langsung mencari informasi.
"Kami akan mencari tahu prosedur pengadaan barang untuk makanan tambahan bagi pegawai. Termasuk distributor untuk setiap konsumsi yang disediakan," katanya.
Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pihaknya telah menghubungi direksi RSUD Cianjur terkait adanya keracunan masal yang menimpa puluhan karyawan tersebut.
"Saya intruksikan untuk segera ditindaklanjuti karena rumah sakit merupakan contoh. Tapi ini yang terjadi menimpa karyawan, saya minta untuk evaluasi total," ujarnya.
Sementara itu, seorang karyawan RSUD Cianjur yang enggan namanya disebutkan mengaku tidak tahu persis jumlah orang yang menjadi korban keracunan massal. Namun setiap piket malam, ada 80 karyawan yang mendapat makanan tambahan termasuk susu.
“Ada satu orang yang cukup parah terpaksa dirawat," katanya.