Saat blusukan di lokasi pelelangan itu, Kang Emil tampak berdialog dengan warga. Dalam perbincangan itu, dia menceritakan pengalaman curhatan seorang warga yang anaknya yang hilang di laut dan sudah berusaha mengurus asuransi ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, namun hasilnya nihil. "Kalau ada takdirnya, Insya Allah, soal izin dipermudah. Termasuk masalah permintaan asuransi nelayan," kata Kang Emil.
Menurut Kang Emil, masalah sungai yang dangkal, tanggul yang mau jebol, tambatan yang dangkal, pekerjaan buruh yang susah dan murah, adalah sekelumit permasalahan yang kompleks di kampung nelayan. "Upah hanya Rp1,5 juta per bulan, kan tidak cukup, kekurangannya dari mana? mereka dapatkan dari rentenir. Ini yang coba kami ubah dan bantu," ucapnya.
Dia menjelaskan, menjadi pemimpin harus memberikan solusi besar melindungi masyarakat yang tidak mampu. "Ketika pendapatan rendah, maka urusan pendidikan, sembako, kesehatan bisa disubsidi oleh negara, sehingga dengan uang terbatas mereka tetap bisa hidup layak," tuturnya.