Ela juga optimistis kaum Nahdliyin dari pesantren-pesantren di Jawa Barat siap memenangkan pasangan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. “Kalau pesantren kebanyakan adalah kaum Nahdliyin. Jadi otomatis kaum nahdliyin sudah punya tanggung jawab secara moral, pribadinya masing-masing, untuk memenangkan pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin,” katanya.
Menurut Ela, JKSN Jawa Barat akan melakukan deklarasi akbar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) pada 15 November 2018 mendatang. Dalam kegiatan tersebut rencananya dihadiri cawapres KH Ma’ruf Amin, Dewan Pengarah JKSN Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Tim Pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Tohir. “Akan dikerahkan massa se-Jawa Barat, insyaallah sampai 10.000 orang,” tandasnya.
Ketua JKSN Pusat, Rozikin mengimbau agar upaya pemenangan pasangan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin tidak dicederai oleh sosialisasi yang menggunakan cara-cara kurang baik. “Kegiatan kiai santri ini jangan sampai menggunakan cara-cara tidak baik. Terutama untuk mengajak jamaiah atau masyarakat. JKSN agar menggunakan kata-kata yang lembut, baik dan ajakan berisi. Sehingga, masyarakat yang diajak mengerti dan paham,” ujarnya.
Rozikin menjelaskan, imbauan menyebarkan pesan-pesan kebaikan tersebut juga ditujukan kepada seluruh pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin tanpa memandang kelompok mana pun. “Kami tidak akan menggunakan cara-cara yang hoaks, fitnah. Itu akan kami hindari. Sehingga dengan cara-cara yang baik ini, insyaallah masyarakat melalui jaringannya emak-emak berkualitas bisa mengajak kaum muda, milenial, untuk memilik Jokowi-Ma'ruf Amin,” tandasnya.