Penemuan jasad FAN ini berawal dari bau menyengat yang tercium di dapur rumah kakek korban pada Selasa, 2 Juli 2019 pukul 18.30 WIB. Mulanya, kakek korban menganggap bau itu berasal dari sisa daging ayam mentah yang lupa dibuang penghuni kontrakan yang berjualan bubur ayam keliling.
"Pertama yang nyium bau bangkai sepupu almarhum. Saat itu juga laporan ke kakek sama bapak si almarhum. Karena nggak ada rasa curiga akhirnya diabaikan," ujar paman korban, Agus Budiono.
Tak lama kemudian, kakeknya mulai penasaran dan mengajak ayah korban untuk ikut mencari sumber bau bangkai tersebut ke kamar pelaku. Karena pintu kamar dalam keadaan terkunci, kakek dan ayah korban akhirnya masuk dengan cara mendobrak pintu.
Saat mendekati kamar mandi, bau bangkai semakin terasa menyengat. Begitu berada di dalam, keduanya melihat telapak kaki kanan anak kecil menyembul di dalam bak mandi yang tertutup kain dan ember.
Secara perlahan, kakek korban mengangkat ember dan membuka sehelai demi sehelai kain yang melilit tubuh korban. Setelah kain terlepas, ayahnya sangat terkejut begitu mengetahui jasad bocah yang terbungkus kain sarung itu ternyata anaknya.