"Kalau masih ada yang mangkal, kami akan razia dan mereka akan didata diberikan pembinaan, serta direhabilitasi ke panti di daerah Cirebon," ujar Asep Sehabudin.
Menurut Kasatpol PP KBB, para PSK yang kerap menjajakan diri di KBB itu kebanyakan warga dari luar daerah seperti Cianjur, Sumedang, maupun Cirebon yang terhimpit masalah ekonomi. Mereka kerap menjajakan diri melalui aplikasi chatting.
Selain manfaatkan warung remang-remang mereka juga kerap menjajakan diri di kosan. "Sekarang kan teknologi berkembang, mereka lebih mudah dalam bertransaksi (menjajakan diri). Makanya kami meminta masyarakat untuk turut melakukan pengawasan, dan melapor ke kami jika melihat ada praktik prostitusi," tutur Kasatpol PP.