Jawa Barat 10 Besar Kasus Perdagangan Orang di Indonesia, Cianjur Paling Rawan

Agus Warsudi
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo bersama Dirreskrimum Kombes Pol K Yani Sudarto (kiri), dan Kasubdit IV Ditreskrimum AKBP Adanan Mangopang (kanan) saat konferensi pers pengungkapan kasus TPPO. (FOTO: Humas Polda Jabar)

"Ini (para pelaku) bisa jadi mereka juga mantan PMI yang pulang ke Indonesia. Dia (pelaku) membawa saudara atau tetangganya," kata Dirreskrimum Polda Jabar

Modus kedua, ujar Kombes Pol K Yani Sudarto, merekrut korban melalui media sosial (medsos). Masyarakat harus waspada terhadap modus pelaku menawarkan lapangan pekerjaan di luar negeri melalui medsos.

"Cek kembali kredibilitas perusahaannya. Apakah itu perusahaan abal-abal atau memang resmi dari pemerintah," ujar Kombes Pol K Yani Sudarto.

Sedangka modus ketiga, tutur Dirreskrimum Polda Jabar, melalui perusahaan resmi. Tetapi penempatan PMI tidak sesuai  komitmen awal.

"Jadi tiga modus itu yang biasa dilakukan oleh para pelaku maupun jaringan pelaku TPPO ini," tutur Dirreskrimum Polda Jabar.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polres Sumedang Ungkap Kasus TPPO, Pasutri Jadi Tersangka

57 tahun lalu

Subdit IV Polda Jabar Selamatkan Ibu dan Anak asal Cianjur Korban TPPO ke Suriah

57 tahun lalu

3 Pelaku Perdagangan Orang Berkedok Penyaluran TKI di Indramayu Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Terlibat Pidana Perdagangan Orang ke Suriah, 2 IRT di Cianjur Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Polda Jabar Buru Rider Moge yang Kabur seusai Serempet Santri di Ciamis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal