“Ruang-ruang pertunjukan kini mulai tidak ada. Mereka (dalang dan para nayaga) lambat laun akan meninggalkan wayang karena tidak lagi memberikan sumber penghidupan,” ujar mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.
Karena itu Kang Dedi mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan lebih nyata daripada hanya mengecam, menghujat, atau menuai pro dan kontra terhadap ceramah ustaz Khalid Basalamah terkait wayang.
“Mari kita melakukan tindakan yang lebih nyata. Mari kita bela wayang dengan menonton wayang. Mari kita panggil wayang dalam kegiatan kita, dalam berbagai acara formal pemerintah, dalam kegiatan sosialisasi pembangunan, hajatan nikah, sunatan, dan berbagai kegiatan lain. Karena dengan itu kita akan menjaga keberlangsungan (kelestarian) wayang,” tutur Kang Dedi.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini mengatakan, jika keberpihakan terhadap wayang hanya sebatas ucapan maka wayang yang menjadi warisan budaya Indonesia lambat laun akan hilang.
“Mana kala kita berpihak kepada wayang sekadar ucapan, kita tidak pernah nonton, kita tidak pernah mengundang sebuah pagelaran, sesungguhnya kita ini telah menginginkan wayang ini hilang dari bumi Nusantara,” cap Kang Dedi.