BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar hingga kini belum memutuskan membuka kembali kegiatan pendidikan di sekolah, pesantren dan lembaga pendidikan lainnya karena tidak ingin ada klaster baru Covid-19 yang terjadi dari kegiatan pendidikan. Karena itu, pemprov sangat berhati-hati dalam mengkaji pembukaan kembali kegiatan sekolah.
"Pendidikan belum dibuka karena kita sedang mengukur agar tidak ada masalah, karena di Prancis, Korea Selatan, di Israel terjadi klaster (penyebaran kasus Covid-19) dari dunia pendidikan pada saat lockdown dibuka,” kata Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil, Jumat (12/6/2020).
Ridwan Kamil mengaku tidak ingin Jabar seperti negara-negara lain di dunia di mana terdapat banyak kasus Covid-19 berasal dari sekolah setelah pelonggaran dilakukan.
“Ini menjadi pelajaran, kami tidak ingin terburu-buru membuka institusi pendidikan,” katanya dalam silaturahmi bersama pengurus Muhammadiyah Jabar melalui telekonferensi dari Gedung Pakuan, Kota Bandung.
Untuk itu, Kang Emil meminta kepada pengurus Muhammadiyah serta lembaga lainnya yang mengelola dunia pendidikan agar berhati-hati dalam proses pembukaan aktivitasnya. Termasuk lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren.