Selama ini, ujar Prof Reini Wirahadikusumah, ITB dinilai seperti sibuk sendiri, tidak peduli kepada masyarakat. Padahal bukan begitu. ITB kewalahan dengan urusan internal sehingga terkesan kurang terbuka dengan masyarakat.
"Ini (ITB Press Store) salah satu cara kami membuka diri dan memberikan kesempatan untuk masyarakat mengenal lebih dekat dengan ITB. Dan mengajak hayu maju bersama,” tutur Prof Reini Wirahadikusumah.
Sementara itu, Direktur ITB Press Store Alga Indria mengatakan, ITB Press Store merupakan jembatan antara penulis dan pembaca. Jadi, bukan hanya penerbitan buku dari kalangan internal ITB, tetapi juga dari luar.
"Pidi Baiq juga sudah berminat untuk menerbitkan buku bersama kami, ada juga beberapa nama dari penulis luar yang memang sudah menerbitkan bukunya dengan ITB Press Store,” kata Direktur ITB Press Store.
Alga Indria menyatakan, ITB Press Store merupakan bagian dari perancanaan dan pengembangan bisnis ITB dari sisi penerbitan buku, kebutuhan berbagai alat dan sarana prasarana pembelajaran civitas akademika ITB dan umum.
“Kami juga menyediakan berbagai layanan Ganeshirt yang merupakan marchand ITB, Ganesha Tecnoprint, dan elektornik yang menunjang kebutuhan mahasiswa bekerja sama dengan store resmi di Indonesia," ujar Alga Indria.
ITB Press Store, tutur Alga Indria, bisa menjadi alternatif pilihan bagi siapa pun yang datang ke Kota Bandung. "Jika ingin buah tangan khas Bandung yang tentunya bercirikan ITB bisa ke ITB Press Store,” tutur lulusan ITB Tahun 1998 ini.