Namun, ujar Toni, jika banyak benih yang mati, hanya dapat memanen dua ton ikan nila. "Jika pakan habis dua ton dan panen dapat dua ton, masih ada kelebihan. Namun, jika panen hanya 15 kwintal berarti hanya pas buat modal. Tapi selama ini belum pernah rugi," ujar Toni.
Di sisi lain, Toni mengeluhkan soal harga pakan yang terus mengalami kenaikan. Kondisi itu berbanding terbalik dengan harga ikan nila yang saat ini sedang mengalami penurunan.
"Harga pakan naik tiap bulan. Sedangkan harga ikan nila sekarang lagi jatuh. Saat ini, harga ikan nila Rp18.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp21.000 per kg," tutur Toni.
Kendati demikian, Toni tetap bersyukur karena saat ini pemerintah telah memberikan subsidi benih ikan nila setiap tahun dan memberikan pembinaan terhadap petani tambak yang ada di Desa Wanantara.
"Alhamdulillah pemerintah telah memberikan subsidi benih ikan nila. Walaupun tidak seberapa tapi ada setiap tahun. Terus ada pembinaan kepada para petani tambak di sini," ucapnya.