Keri menyatakan, Padjadjaran Swab PCR Test ini juga telah dilengkapi dengan registrasi melalui aplikasi InaTTI (Indonesia Test, Trace & Isolation) dengan fungsi tracing dan pendampingan isolasi mandiri oleh apoteker.
"Kalau ada yang positif, tidak bergejala, bisa isolasi mandiri didampingi oleh tenaga apoteker yang bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Unpad. Jadi, dalam satu aplikasi Indonesia Test, Trace, and Isolation, kita bisa memberikan solusi penanganan pandemi yaitu penguatan 3T," kata Keri.
Keri mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk menggelar tes swab PCR di daerah yang memerlukan layanan swab PCR massal melalui inovasi yang digagas Injabar Unpad itu.
Sementara itu, Asisten Administrasi Sekterariat Daerah Provinsi Jabar Dudi Sudrajat Abdurachim mengatakan, kehadiran Padjadjaran Swab PCR Test akan membantu peran Labkesda Jabar yang selama ini bertugas penuh melakukan pemeriksaan hasil tes swab PCR.
"Labkesda dalam situasi ini kan kekurangan kapasitasnya. Sebagaimana amanat Pak Gubernur, kita sudah membentuk Injabar, salah satu implementasinya dalam persemian ini," kata Dudi.
Kehadiran Padjadjaran Swab PCR Test juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap penerapan 3T dalam rangka penanggulangan Covid-19 yang nantinya akan berimbas kepada penurunan kasus harian dan kasus aktif Covid-19 di Indonesia, khususnya Provinsi Jabar.