"Makanya barangkali kami kurang tata, kata orang Sunda, kurang sopan, mohon maaf Pak. Alhamdulillah walaupun kami SD juga demi Alloh, Pak, kami gak tamat, SD juga. Tidak mungkin jadi sopir angkot kalau sekolahnya tinggi," ujar Udin Sudrajat, warga Jalan Emong, Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung ini.
"Maka saya bangga sekali. Bukan bangga lagi. Menta sama Alloh, ya Alloh anak kami mudah-mudahan. Ini teh anak, terus terang aja, anak yang paling soleh. Anak kami itu banyak pak. Maklum sopir angkot. Delapan (anak). Bukan sedikit, pak. Delapan. Ini anak yang paling soleh," tutur Udin.
"Sampai (saat ini) ibunya sudah meninggal. Mohon maaf ini cerita aja yaa. Ini pengalaman kami. Ini demi Alloh. Sumpah saya orang muslim. Ibunya udah meninggal itu, saat tangtungin (saat Andi Sonjaya belajar berdiri). Kencing inih. Mungkin ini amal perbuatan baik anak kami pak," ucapnya.
Tak lupa Udin Sudrajat mendoakan Bripda Andi Sonjaya menjadi polisi yang baik. Dia juga berpesan agar mengabdi kepada masyarakat dan jangan mencari kekayaan dari profesi polisi. Kalau mengejar kekayaan, lebih baik menjadi pengusaha.
"Mudah-mudahan selanjutnya (menjadi) polisi yang baik. Mudah-mudahan doa kami sebagai orang tua. Anda itu (sambil menepuk pundak Bripda Andi Sonjaya) harus jadi polisi yang baik. Harus berpihak ke masyarakat. Jangan diliat kamu pengen, kalau kamu pengen memperkaya diri jangan jadi polisi. Udah aja jadi pengusaha. Betul Pak?" ujar Udin.