Ini Penyebab Utama Harga Daging Sapi di Jawa Barat Naik Rp130.000 Per Kg

Agung Bakti Sarasa
Pedagang daging sapi. (Foto: SINDOnews)

Tingginya harga sapi potong asal Australia, lanjut Jafar, terjadi akibat menyusutnya populasi sapi potong menyusul sejumlah kejadian bencana alam di Negeri Kanguru itu.

"Pada 2019 itu terjadi kebakaran, kemudian 2020 banjir besar, ini menurunkan populasi hampir 24 persen," bebernya.

Disinggung soal kebutuhan daging sapi di Jabar, Jafar menyebutkan bahwa warga Jabar membutuhkan sekitar 195.000 ton daging sapi atau setara satu juta ekor sapi per tahun.

"10 persennya dipenuhi dari peternak lokal, ada juga dari luar daerah, sepeti Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Bali. Tapi, sapi impor Australia memang banyak," terangnya.

Jafar mengakui, di tingkat pedagang, harga daging sapi kini sudah mencapai Rp120.000 per kg. Dia berharap, harga daging sapi tak kembali naik.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indonesia Siap Impor 298.000 Ton Daging Sapi dan Kerbau dari Australia hingga Meksiko

57 tahun lalu

Pedagang Protes Harga Daging Sapi Naik, Kementan: Stok Aman Sampai Lebaran

57 tahun lalu

Pedagang Daging Mogok Jualan, Begini Suasana Sepi Lapak di Pasar Senen

57 tahun lalu

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan Tiga Hari, Ada Apa?

57 tahun lalu

Pedagang Mogok, Pemkot Jakbar Cek Ketersediaan Daging Sapi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal