Ini Penyebab Anggaran Pemda KBB Defisit, DAU Gaji PPPK dari Pusat Tidak Turun

Adi Haryanto
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD KBB Bagja Setiawan. (Foto/MPI/Adi Haryanto)

Namun pada kenyataannya DAU dari pemerintah pusat tersebut tidak turun. Sehingga otomatis dalam perjalanannya hal tersebut harus dicover oleh APBD. Padahal realisasi pendapatan asli daerah (PAD) selama pandemi Covid-19 tidak maksimal, terutama dari sektor pariwisata yang selama ini jadi andalan.

"Bisa dikatakan Pemda kurang cermat dalam perencaan. Komunikasi yang kurang, koordinasi dengan pemerintah di atasnya juga tidak berjalan baik," ujar politisi PKS ini.

Karena itu, tutur Bagja Setiawan, SKPD seharusnya bisa membuat skala prioritas belanja mana yang harus segera direalisasikan dan mana yang bisa ditangguhkan. Itu sebagai upaya pengendalian yang dilakukan untuk menutup defisit. Sekaligus menaikan potensi pendapatan di sisa akhir tahun berjalan ini. 

"Ini jadi pelajaran buat kita ke depan dan mudah mudahan di 2023 tidak terjadi lagi. Makanya DPRD dan Pemda KBB akan duduk bersama membahas permasalahan keuangan ini," tutur Bagja Setiawan.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Libur Tahun Baru Islam, Objek Wisata di Lembang KBB Dipadati Ribuan Wisatawan

57 tahun lalu

Ribuan Warga Padalarang KBB Meriahkan Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam

57 tahun lalu

Keren, Gang Sempit di Padalarang KBB yang Semula Kumuh Kini Indah Penuh Warna

57 tahun lalu

Rokok Ilegal Marak Beredar di Pinggiran KBB, Petugas Sita 85.000 Batang

57 tahun lalu

Dapat Jatah Kuota 607 PPPK, Pemda KBB Tunggu Jadwal Tes Calon Pegawai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal