Usai isolasi mandiri, dia mengaku boleh beraktivitas di luar rumah. Namun kini petugas gabungan menjemput paksa dirinya karena hasil tes swab kedua dinyatakan positif corona.
"Kalau saya sudah dinyatakan sehat, boleh tidak beraktivitas? Boleh dong," katanya.
AR sempat mengamuk tak terima dijemput petugas dan berlari mengejar serta memeluk warga di dekatnya tanpa memakai alat pelindung diri (APD) supaya tertular.
Pria itu berteriak kepada beberapa warga di dekatnya yang merekam dengan kamera handphone agar berstatus orang dalam pemantauan (ODP).
"Leun naon sih? Di mana sih? Saya peluk semua, ODP kamu, ODP sekarang kamu," kata AR sambil sempat dihalangi petugas berpakaian hazmat serta tim gabungan TNI dan Polri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf menyebut warga yang positif Covid-19 itu harus dijemput petugas. Jika tidak, maka pria tersebut bisa menularkan virus corona kepada masyarakat.
"Jadi kita terpaksa melakukan penjemputan karena membahayakan bagi masyarakat sekitarnya, jika dibiarkan. Terlebih saat akan dijemput diketahui malah mengamuk dan dengan sengaja malah memeluk orang di sekitarnya," kata Yusuf.