Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, sebaran jumlah kotak amal yang dicurigai untuk dana para teroris tersebut yaitu, Sumut 4.000 kotak, Lampung 6.000, Jakarta 48, dan Semarang 300.
Kemudian, Pati 200 kotak, Temanggung 200, Solo 2.000, Yogyakarta 2.000, Magetan 2.000, Surabaya 800, Malang 2.500, dan Ambon 20.
Sebelumnya diberitakan, tim Densus 88 bersama penyidik Mabes Polri terus melakukan penyelidikan terkait modus kotak amal yang diduga digunakan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Modus tersebut diperkirakan sebagai salah satu sumber dana operasional.
Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Argo Yuwono menuturkan, selama proses penyelidikan, temuan kotak amal itu tersebar di seluruh Indonesia. Terbanyak, berada di Provinsi Lampung.
Dana yang terkumpul diduga untuk pendanaan operasional gerakan radikal tersebut. Sampai saat ini, temuan tersebut masih dalam proses penyelidikan Tim Densus 88 dan Penyidik Mabes Polri.