Imbas Klaster Secapa AD, Pemprov Jabar Pertimbangkan Kembali Kegiatan di Pesantren

Antara
Santri di Pondok Pesantren Shobarul Yaqien, Majalengka diperiksa petugas, Sabtu (20/6/2020). (Foto: iNews/Mohamad Zeni Johadi)

Terkait awal mula penyebaran wabah, ia mengatakan masih menyelidiki secara epidemiologis penyebab klaster baru tersebut, namun penyelidikan tersebut membutuhkan waktu tidak sebentar.

"Kita kan gak tahu aktivitas dari masing-masing peserta didik, kan di situ tuh banyak sekali peserta didiknya di atas 1.000 orang dan tentunya kita harus menanyakan satu-satu dan ini perlu waktu," kata dia.

Selain sektor pendidikan, menurutnya, adanya klaster baru itu juga akan berpengaruh ke sektor lainnya yang juga akan turut dipertimbangkan pelonggaran nya. Sektor lain itu, seperti tempat hiburan, tempat wisata, dan sektor lainnya yang masih ditutup saat fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini.

"Jadi dengan timbulnya perkembangan baru ini, saya rasa juga itu akan termasuk ke dalam pertimbangan-pertimbangan yang akan diambil oleh ketua gugus tugas, semuanya akan dievaluasi," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemprov Jabar Matangkan Konvoi Persib Juara, Wagub: Jangan Ada Kerusuhan Lagi!

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Santunan Rp50 Juta Disiapkan

57 tahun lalu

Buntut Viral Bayi Tertukar, RSHS Bandung Didesak Investigasi Kelalaian Perawat

57 tahun lalu

Ribuan Jemaah Padati Gedung Sate, Dedi Mulyadi Salat Id Bersama Warga

57 tahun lalu

BMKG dan Pemprov Jabar Gelar Operasi Modifikasi Cuaca, Semai Awan di Wilayah Jatiluhur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal