BANDUNG, iNews.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mempertimbangkan kembali rencana pembukaan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren setelah adanya klaster baru penyebaran Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD). Pemprov akan mengkaji lebih jauh aktivitas belajar di pesantren.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, jika angka reproduksi meningkat, baik pesantren maupun sekolah umum bakal dipertimbangkan.
"Kalau melihat seperti ini memang ada beberapa pertimbangan yang sangat krusial dan penting yang harus dimasukkan ke situ," kata Berli di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).
Dia menduga, pola penyebaran Covid-19 yang terjadi di Secapa AD merupakan transmisi lokal antaranggota TNI AD. Karena di lembaga itu anggota hidup bersamaan di asrama dan berkegiatan bersama.
"Tanggal 7 Juli kemarin, kami sudah bisa menyimpulkan bahwa di luar (pemukiman sekitar Secapa AD) itu clear tidak ada masalah, jadi kemungkinan dari dalam, nah ini yang masih kita selidiki," kata dia.