Nandang (43), ketua RT di tempat tinggal AR membenarkan, pelaku pernah ikut audisi da'i muda enam tahun lalu. AR pun berhasil masuk sampai 10 besar.
"Makanya orang-orang sini menyebutnya Agus da'i. Soalnya pernah ikut kontes da'i muda," tuturnya.
Sementara itu, Cecep (33), anak dari korban menyampaikan dugaan jika AR mengalami gangguan jiwa. Namun, kepastian soal kejiwaannya memang butuh pemeriksaan lebih lanjut.
"Kata orang sini, dia memang agak kurang (alami gangguan jiwa). Tapi belum tentu juga," ujarnya.
Dugaan gangguan jiwa itu baru spekulasi di masyarakat. Sebab jika diajak berbicara, AR bisa menjawab dengan jelas. Dia pun berharap kepolisian bisa memberi kejelasan soal kondisi kejiwaan AR.
"Kalau tidak gila, ya diproses hukum. Kalau gila, gimana caranya biar tidak mengulangi lagi. Soalnya bikin resah di masyarakat," katanya.