Akhirnya diusulkan untuk kembali ditambah menjadi 100 ha yang diperuntukan bagi area hijau berupa hutan dan botanical garden di kanan dan kiri Istana Garuda.
“Hitungan kami, dari luasan area tersebut yang terbangun hanya 8 persen, sedangkan sisanya 92 persen berupa ruang terbuka hijau,” kata seniman kelahiran Tabanan, Bali ini.
Menurut Nyoman Nuarta, keberadaan IKN di Penajam Paser Utara, benar-benar bertujuan untuk menghidupkan kawasan lahan yang terbengkalai untuk kembali dihutankan.
Selain itu, desain Istana Garuda sudah mempertimbangkan unsur ekologis yang hemat energi. Bilah-bilah tembaga yang disusun secara vertikal di bagian luar akan menjadi sun louvre.
"Desain itu akan menghemat penggunaan energi listrik, terutama untuk menyalakan air conditioner. AC bisa dimatika, karena ruangan akan tetap terasa sejuk,” ucap pencipta patung monumental Garuda Wisnu Kencana ini.