PANGANDARAN, iNews.id – Meskipun gempa yang menerjang sejumlah wilayah di Jawa Barat (Jabar), Jumat malam, 17 Desember 2017, menyebabkan banyak warga kehilangan rumah, warga juga bersyukur karena selamat dari bencana itu. Seperti yang dialami seorang warga di Kabupaten Pangandaran, Suryati. Dia nyaris kehilangan nyawa dan bayi yang dikandungnya setelah sempat terhimpit puing-puing bangunan rumah.
Suryati yang sedang hamil delapan bulan dan suaminya Rianto, selamat setelah ditolong oleh keluarga dan tetangga keluar dari rumahnya yang ambruk. Pasangan muda, warga Dusun Podok Lombok, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran ini, hanya bisa bersyukur setelah selamat dari gempa berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) itu. Mereka sempat khawatir kehilangan calon anak pertamanya. Namun, setelah diperiksa, bayi di kandungan Suryati dalam keadaan sehat.
Rianto bercerita, dia dan istrinya sudah tertidur lelap di lantai dua, sebelum gempa yang mengguncang selatan Jawa membuat rumah mereka ambruk. Tiba-tiba saat akan turun dari tempat tidur, lemari dan dinding ambruk. Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak dan terhimpit puing-puing bangunan.
“Waktu terjadi gempa, kami belum sempat menyelamatkan diri karena lagi tidur di lantai atas, di lantai dua rumah,” kata Rianto yang menemani istrinya Suryati, dirawat di Puskesmas Pangandaran, Sabtu, 17 Desember 2017.
Menurut Rianto, keluarga dan tetangga lah yang akhirnya menyelamatkan keduanya. Istrinya Suryati mengalami luka di bagian kepalanya dan harus diperban karena tertimpa puing-puing bangunan rumahnya. Rianto juga hanya mengalami luka ringan karena tertimpa.
Saat ini, Suryati dirawat di Puskesmas Pangandaran. Suryati harus mendapatkan pengobatan karena mengalami luka di bagian kepala dan paha.