8. فَانْفُذُوْاۗ : Hukum bacaan tajwidnya ada 2, yakni ikhfa dan mad Thabii. Ikhfa terjadi karena nun sukun bertemu huruf Ga dan dibaca dengung. Sedangkan Mad Thabii karena huruf dzal berjarak dhommah jatuh sebelum wawu sukun.
9. لَا تَنْفُذُوْنَ : Hukum bacaan tajwid ada 3, yakni Mad Thabii, Ikhfa dan Mad Thabii. Mad Thabi;i karena huruf Lam bertemu alif. Cara bacanya dipanjangkan 2 harakat. Kedua, ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf Ikhfa Fa. Cara bacanya samar dan dengung serta ditahan 3 harakat. Ketiga, Mad Thabi'i alasannya karena huruf Dzal berharakat dhommah bertemu wawu sukun. Cara bacanya panjang 2 harakt.
10. اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ : Terdapat hukum tajwid Mad Thabii dan Mad Aridh Lissukun. Dihukumi Mad Thabii karena huruf lam bertemu Alif dan huruf Tha berjarak Fathah tegak. Sedangkan Mad Aridh Lissukun terjadi karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dipanjangkan 2-4 harakat.
Dilansir dari Tafsir Tahlili Qur'an Kemenag, Ayat ini menyeru jin dan manusia jika mereka sanggup menembus, melintasi penjuru langit dan bumi karena takut akan siksaan dan hukuman Allah, mereka boleh mencoba melakukannya, mereka tidak akan dapat berbuat demikian.
Mereka tidak mempunyai kekuatan sedikit pun dalam menghadapi kekuatan Allah swt. Menurut sebagian ahli tafsir, pengertian sulthan pada ayat ini adalah ilmu pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan ilmu manusia dapat menembus ruang angkasa.
Itulah ulasan hukum bacaan tajwid Surat Ar Rahman Ayat 33 lengkap dengan penjelasan dan cara membacanya.