Oleh karenanya, dia menambahkan, Hipmi Jabar mengimbau semua pihak dapat mencurahkan perhatiannya untuk melakukan upaya yang lebih produktif, di antaranya segera melakukan self-assessment/self-diagnose terhadap pribadi dan lingkungan sekitar guna mendeteksi dini gejala paparan Covid-19 seperti yang telah dilakukan oleh Hipmi Jabar.
"Hasil kuesioner self-diagnose yang telah diisi oleh 716 responden (97%) yang hadir pada Musda Karawang menunjukkan hampir 80% responden merasa sehat tanpa gejala dan hanya sebagian kecil yang mengalami batuk flu ringan," kata dia.
Surya menekankan, dengan mempertimbangkan fakta-fakta di atas, HIPMI Jabar mengimbau seluruh pihak dan elemen masyarakat untuk menigkatkan solidaritas dan menangkal pemberitaan-pemberitaan miring atau negatif, baik terkait Musda XVI HIPMI Jabar di Karawang maupun terkait anggota HIPMI Jabar yang menjadi peserta musda tersebut.
Dia menegaskan, penangkalan isu negatif ini sangat mendesak untuk dilakukan mengingat mulai adanya kerugian material dan immaterial yang telah dirasakan oleh Hipmi sebagai organisasi dan kerugian tersebut sangat ditayangkan oleh para kader HIPMI di tingkat kabupaten/kota di Jabar yang saat ini sudah dengan tertib dan disiplin menjalani self isolating dan social distancing.
"Keluhan para Kader terbaik HIPMI bahwa status ‘ODP Dinkes’ yang menjadi seolah ‘DPO Polres’ dinilai menaikkan tingkat stress yang justru membahayakan kesehatan para kader Hipmi ini," ujar dia.
Dengan segala kerendahan hati, tambah Surya, HIPMI Jabar juga memohon doa, dukungan, dan kerja sama seluruh pihak agar kita dapat saling menguatkan untuk fokus menghadapi pandemi COVID-19 serta memitigasi krisis-krisis yang mengiringinya, termasuk potensi krisis ekonomi global.
"Kesemuanya adalah tantangan eksternal yang kita yakin mampu lawan jika terlebih dahulu kita mampu menaklukan tantangan internal untuk tetap memelihara soliditas dan solidaritas bangsa," tandasnya.