Heboh Seruan Benci Produk Asing, Ini Penyebab Produk Lokal Kurang Diminati 

Arif Budianto
Konsumen sedang di sebuah showroom produk lokal Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Pekan lalu, Indonesia dihebohkan oleh pernyataan Presiden Joko Widodo terkait benci produk asing dalam pembukaan rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis (4/3/2021). Seruan tersebut sontak mendapat respons beragam dari masyarakat. 

Untuk diketahui, seruan Presiden Joko Widodo keluar setelah mendapatkan laporan terkait ada e-commerce yang menjual produk barang lintas negara (barang impor) dengan praktik predatory pricing yang membunuh UMKM di Indonesia.

Tetapi, kenapa permintaan terhadap produk impor melalui e-commerce cukup tinggi? Menurut Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi, salah satu alasan utama masyarakat memilih produk asing adalah pertimbangan harga. Dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik, sejumlah produk asing lebih murah dibanding produk lokal.

"Daya saing produk lokal rendah terutama karena masalah logistik dan rantai pasok. Masalah logistik pelaku UMKM terjadi pada tahapan pengadaan dan penyimpanan bahan baku, serta distribusi produk jadi," kata Setijadi, Senin (8/3/2021).

Permasalahan itu, ujar Setijadi, terkait skala ekonomi. Skala produksi yang kecil mengakibatkan volume pengadaan bahan baku dan pengiriman produk jadi juga kecil, sehingga biaya lebih mahal dan menurunkan daya saing.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Benci Produk Asing, Buat Aturannya Jangan hanya Jargon

57 tahun lalu

Jokowi Anjurkan Benci Produk Asing, Erick Thohir: Lagu Bimbo Nempel di Hati Saya

57 tahun lalu

Ajak Benci Produk Asing, Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Terbuka

57 tahun lalu

Jokowi: Masa Kita Nggak Boleh Nggak Suka Produk Asing

57 tahun lalu

Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Ini Perasaan Sandiaga Uno

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal