Satgas Mafia Bola bekerja dalam diam. Tidak gagah-gagahan pamer rompi di lapangan layaknya peragawan di atas catwalk. Menariknya di depan personal berompi itu selalu ada kasus blunder wasit yang didiamkan.
"Apa yang diungkap manajemen Perserang menampar wajah #satgasantimafiabola pimpinan @pandowohendro_007. Pertanyaannya apakah yang di lapangan itu Satgas sesungguhnya atau hanya gimmick?" ujar Akmal.
Faktanya, Satgas Anti Mafia Bola jilid III, dibentuk saat @kapolri_indonesia dijabat Idham Aziz lewat surat perintah penyidikan (sprindik) tanggal 1 Februari 2020 sampai enam bulan kedepan (Agustus 2020). Tugas Satgas Antimafia Bola jilid III ini sama dengan tugas jilid sebelumnya memonitor laga-laga #sepakbolaIndonesia.
Yakni, memetakan kasus-kasus yang tahap 1, 2, dan monitoring pertandingan liga 1, 2, dan 3, kemudian mencegah terjadinya match fixing. Tapi, setelah Idham Azis diganti @kepalakepolisian_ri belum ada perpanjangan masa kerja Satgas menjadi Jilid IV yang sudah kadaluarsa.
"Jadi siapa sesungguhnya para pria berompi Satgas di setiap pertandingan? @divisihumaspolri harus menjelaskan! Lepas dari itu, pernyataaan manajemen Perserang soal adanya indikasi #matchfixing harus diusut tuntas dan juga bisa dikembangkan untuk memerangi pengaturan skor yang menjadi penyakit kronis #sepakbolanasional," tutur Akmal dalam tulisanya di akun Facebook.