Lantaran diancam dibunuh, Mulyati dan temannya diam ketakutan. Para pelaku pun leluasa menggasak ponsel dan uang tunai milik korban. Total korban mengalami kerugian Rp3 juta. "Total seluruhnya Rp3 jutaan," tutur Mulyati.
Seusai beraksi dan melarikan diri, pelaku sempat mengunci pintu kamar dari luar sehingga korban dan rekannya terkurung. Korban baru ditolong penghuni kamar kos lain. Kasus itu telah dilaporkan ke jajaran Polsek Cicendo bernomor LP/199/VI/2022/SPKT/Sektor Cicendo/Restabes Bdg/Jbr.
Setelah beraksi di tempat kos, para pelaku merapok kelontong. Aksi ketiga pelaku pun terekam kamera CCTV yang dipasang di sekitar lokasi. Dari rekaman, pelaku menghunus dua bilah golok. "Perampok tiga orang, naik satu motor. Ada dua yang bawa golok," kata pemilik toko, Benny (37).
Benny menyatakan, peristiwa bermula ketika ada seorang penjual nasi goreng sedang bermain ponsel di depan tokonya. Lalu, para pelaku menghampiri penjual nasi goreng dan menghentikan kendaraannya di dekat toko.
Dua pelaku turun membawa golok sementara satu pelaku lainnya menunggu di motor. "Si begal liat tukang nasi goreng lagi pegang HP. Dia kayanya ngincer tukang nasi goreng yang punya HP," ujar Benny.
Penjual nasi goreng lalu masuk ke dalam toko untuk berlindung dan meminta bantuan ke warga. Para pelaku yang panik kemudian melarikan diri dengan terlebih dulu membawa uang tunai recehan milik pemilik toko pecahan Rp500 yang jika ditotalkan senilai Rp100.000. "Kabur gak sempat kekejar," tutur Benny.