"Insentif untuk guru ngaji tahun ini diberikan. Besarannya total Rp3 miliar dan nanti dibagi untuk sekian ribu guru ngaji yang telah terverifikasi," ujar Hengki.
Sementara itu, Hengki menilai santri di KBB memiliki potensi besar untuk bisa berkontribusi dalam pembangunan. Untuk itu Pemkab Bandung Barat bakal mendorong pengembangan pondok-pondok pesantren di KBB agar santri maju menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
"Banyak anak-anak usia produktif di berbagai ponpes yang ada di KBB. Itu menjadi peluang untuk memanfaatkan bonus demografi, agar santri-santri muda ke depan bisa menjadi orang-orang besar yang ikut membangun KBB," tuturnya.
Disinggung soal prestasi para santri dari KBB, Hengki menyebutkan cukup membanggakan. Sebab ada beberapa prestasi yang diraih, seperti dalam STQ, juara pencak silat tingkat nasional antara pondok pesantren dimana KBB juara satu, dan beragam prestasi lainnya. "Itu membuktikan bahwa santri asal KBB punya prestasi di luar akademik," ucap Hengki.
"Dulu santri berjuang untuk kemerdekaan, sekarang santri juga harus jadi garda terdepan ketika ada pihak-pihak yang ingin merusak ideologi bangsa dan memecah belah NKRI," ujarnya.