"Hari ini adalah pembukaannya, nanti aksi-aksi nyatanya akan dilakukan setelah ini. Nanti saya akan monitor setiap bulan," turut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil.
Lebih jauh Kang Emil menjelaskan, sasaran pemanfaatan angkutan kargo di BIJB itu tidak hanya untuk masyarakat Jabar saja. Beberapa daerah di Jawa Tengah juga menjadi incaran dari layanan tersebut.
Terkait hal itu, Kang Emil mengaku sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Adanya andil Pemrpov Jateng dalam hal pendanaan, menjadi salah satu alasan keberadaan BIJB di Majalengka itu untuk melayani masyarakat dari provinsi tersebut.
"Ketemu (secara) pribari dengan Pak Ganjar, beliau menyambut baik. Tinggal di-follow up di level teknis bahwa bandara ini bukan berbasis batas politik administratif, tapi batas pelayanan populasi. Nah itu Pak Ganjar sudah memahami," kata dia.
"Kalau tidak salah juga, Jawa Tengah punya peran juga di pendanaan. Kan menggunakan Bank Syariah Jateng," ucapnya.
Penggunaan BIJB oleh warga Jateng, jelas dia, pernah terjadi sebelumnya. Saat masih melayani penerbangan umrah, sejumlah calon jamaah umrah dari Brebes dan Tegal, Jawa Tengah diketahui melakukan penerbangan dari BIJB