Saat ini, ujar Dimay Mardian, Pertamina mengurangi kuota BBM jenis Pertalite sejak awal 2022 lalu, dari 16.000 kiloliter, kini menjadi 8.000 kiloliter per hari. Akibatnya, Pertalite cepat habis.
Sementara itu di Kabupaten Subang, BBM Pertalite di jalur pantai utara (pantura) langka. Berdasarkan pantauan, sedikitnya tiga s-p-b-u di jalur pantura Subang pada sejak Sabtu (2/4/2022) tak memiliki stok Pertalite.
Lantaran butuh, warga terpaksa mengantre untuk mengisi kendaraan mereka dengan BBM Pertamax Ron 92. Seperti di SPBU Warung Nangka, Kecamatan Ciasem, Subang. Sejak sabtu pagi, Pertalite kosong dan belum mendapatkan kiriman dari Pertamina.