Ketujuh nama itu, ujar Dadan Supardan, antara lain, anggota DPRD Jabar dari Fraksi Golkar Edi Rusyandi, Kepala Dinas PUTR KBB Rahmat Adang Syafaat, Kepala Kemenag KBB Asep Ismail, dan mantan Wakil Bupati KBB Ernawan Natasaputra.
"Kemudian Ketua DPD Golkar KBB Dadan Supardan; Dosen sekaligus penggagas Majelis Perempuan Berdzikir Erni Rusyani, dan Bupati KBB saat ini Hengki Kurniawan," ujar Dadan Supardan.
Dadan menyebutkan, Partai Golkar merupakan partai terbuka yang mau mendengar aspirasi dari luar. Meski bukan kader namun jika dinilai sejalan dengan visi misi partai dan layak untuk maju memimpin KBB maka akan didukung. Asalkan figur tersebut memiliki kepekaan terhadap situasi dan kondisi di KBB, serta berpihak kepada rakyat.
"Nantinya ketujuh nama itu akan digodog dan terus dipantau bagaimana popularitas dan elektabilitasnya. Sebab kami sudah bertekad untuk bisa memenangkan Pilkada KBB di 2024," tutur Ketua DPD Partai Golkar KBB.
Disinggung soal masuknya nama Hengki Kurniawan yang notabene merupakan kader partai lain, Dadan Supardan mengatakan, aspirasi darimana pun harus ditampung.
Apalagi pihaknya pun selama ini memiliki hubungan yang baik dengan Bupati Bandung Barat tersebut. Persoalan nanti figur mana yang akan muncul, semua diserahkan ke mekanisme partai.
"Gak masalah muncul nama Pa Hengki. Itu kan aspirasi. Meski belum berkomunikasi secara spesifik membahas itu (pilkada) tapi hubungan kami baik. Tapi tetap pada akhirnya ada mekanisme di Partai Golkar yang harus dijalankan dalam menentukan figur calon bupati," ucapnya.