Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Amran mengatakan, berdasarkan keterangan awal dari saksi-saksi, penyebab keributan hingga terjadinya pengeroyokan ini hanya karena saling tatap-tatapan di acara dangdut 17 Agustusan.
“Karena salah satu tidak terima hingga terjadi keributan. Penyebab keributan ini karena dari kedua belah pihak dalam pengaruh minuman keras,” katanya.
Amran mengungkapkan, tidak hanya mengeroyok, para pelaku yang berjumlah belasan orang dan dalam pengaruh minuman keras (miras) juga merusak rumah kontrakan korban.
Dia mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku pengeroyokan yang menewaskan kakak adik tersebut. “Sudah kita kantongi identitas para pelaku. Mereka masih dalam pengejaran petugas,” ucapnya.
Petugas medis RSUD Dokter Chasbullah Abdul Madji Bekasi, Joko Budi mengatakan, kedua korban mengalami luka bacokan dan pukulan benda tumpul yang cukup parah di bagian kepala, pelipis, dan hidung. “Lukanya cukup parah terutama di bagian kepala,” katanya.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, kedua jasad korban langsung dibawa petugas ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diautopsi.