Terkait hal tersebut Dedi pun sempat meminta penjelasan kepada Manajer Perkebunan Jalupang Yudi Mulyadi melalui sambungan telepon. Dia menanyakan asal usul tanah yang diangkut diduga berasal dari perkebunan.
Dedi juga meminta penjelasan apakah ada kerja sama yang jelas antara perkebunan dan pihak yang melakukan pengangkutan tanah. Sebab truk tersebut melintas di areal perkebunan hingga menyebabkan kerusakan jalan.
Tak lupa Dedi pun menyampaikan keluhan warga terkait tanah yang berceceran di jalan. “Saya hanya ingin tahu apakah ada perjanjian kerja sama. Kemudian, nilai ekonominya apakah masuk ke kas PTPN atau tidak. Lalu kajian dari KLHK seperti apa,” tanya Dedi pada Yudi.
“Itu hanya lewat saja, tanahnya di luar area perkebunan. Saya tidak tahu kalau lewat perkebunan, saya tahunya lewat jalan desa. Sejauh ini belum ada izin penggunaan jalan. Saya kurang tahu juga siapa yang punya galian,” jawab Yudi.
Kang Dedi Mulyadi meminta agar pihak perkebunan segera melakukan pengecekan ke lokasi. Sebab jalan areal perkebunan menjadi rusak parah. “Bapak kan punya otoritas, kalau bapak takut tinggal bilang siapa yang backing. Sekarang itu tegakkan aturan sesuai prosedur,” ucap mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.