Dedi pun akhirnya menemukan satu truk yang sedang terparkir di pinggir jalan. Dia menyampaikan agar sopir truk bisa lebih peka dengan membersihkan ban dan bagian truk lainnya sebelum masuk ke jalan raya.
“Ini ban kotor masuk ke jalan, tanah berserakan, hujan dikit pengendara motor bisa jatuh. Belum lagi kalau tanah mengering bisa menyebabkan debu,” kata Kang Dedi kepada sopir truk.
Tak jauh dari situ, Dedi menemukan warung yang selama ini digunakan sebagai tempat pungutan liar kepada setiap truk yang lewat. Di tempat ini Dedi bertemu beberapa orang pria yang mengaku warga sekitar.
Dari pengakuan pria tersebut setiap truk yang lewat membayar Rp10.000. Uang tersebut diklaim digunakan untuk kepentingan warga. “Dasarnya apa minta Rp10.000? Buat apa? Kalau bapak bilang itu uang untuk warga, buktinya tadi warga protes minta tolong ke saya,” ujarnya.
“Kalau tidak ada dasarnya saya akan lapor ke polres (Polres Subang) bahwa ini pungutan liar. Pokoknya kalau ini masih kotor besok mobil saya, saya palangin di sini,” tutur Dedi Mulyadi.